Pages

Wednesday, 14 August 2013

Asal Mula Sejarah Dari Tahun 20.000 – 1.000 SM

Ilustrasi kehidupan manusia di zaman prasejarah.

Oleh : SS-Hauptsturmf├╝hrer Ajisaka Lingga Bagaskara

A. ASAL MULA SEJARAH UMAT MANUSIA

Para ahli menyebutkan pada 30.000 tahun yang lalu pra-sejarah dimulai. Namun sebenarnya tidak mudah untuk menentukan dengan tepat kapan berbagai peristiwa pra-sejarah dimulai. Tapi semua itu telah menjadi bagian dari sejarah dunia.

Peristiwa-peristiwa tersebut sama sekali bukan merupakan sebuah momen, tapi sebuah proses bertahap yang berkembang selama bertahun-tahun. Belum lama ini telah ditemukan fosil Australopithecus, yaitu makhluk yang mirip dengan kera yang dipercayai oleh ahli-ahli sebagai nenek moyang manusia modern, empat juta tahun yang lalu. Selain itu terdapat bukti-bukti bahwa manusia telah membuat peralatan dan hidup secara berkelompok 30.000 tahun yang lalu.

Gambar Petroglif.

Petroglif, atau lukisan batu yang pernah ditemukan berusia setidaknya 10.000 tahun yang lalu. Di samping itu ada pula lukisan batu yang terpahat di dinding-dinding di Spanyol dan Perancis yang berusia 18.000 tahun. Maka, apabila manusia telah ada di bumi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, bagaimana dan dari mana sejarah berasal?

Sebagian dari catatan sejarah itu hilang, namun beberapa di antaranya selamat dan berkembang menjadi legenda yang masih diingat hingga saat ini. Awal mula sejarah adalah ketika catatan itu menjadi bahasa penghubung manusia dari satu generasi ke generasi berikutnya hingga saat ini.

B. DIMULAINYA KEHIDUPAN MANUSIA YANG BERMASYARAKAT

Pertama kali manusia hidup dalam suatu ikatan organisasi kemasyarakatan pada tahun 20.000 SM. Asal mereka dari hidup berkelompok dalam gua-gua, berpindah ke dataran rendah pinggir sungai dan membuat tempat bernaung berupa rumah-rumahan dari dedaunan dan kayu sederhana, terkadang sudah berupa rumah panggung. Kita menyebutnya kampong atau desa. Pada awalnya, mereka bukan penduduk yang hidup menetap di satu tempat karena mereka adalah kaum nomaden. Mereka berpindah tempat mengikuti musim dan sumber makanan mereka, antara lain hewan buas dan tanaman semusim.

Di Timur Tengah pada sekitar 8.000 SM mereka menemukan cara untuk mengolah tanaman dan binatang sehingga menjadi sumber makanan. Mereka belajar menggembalakan hewan ternak juga. Mereka bercocok tanam di sawah dan di lading. Dengan segera daerah sekitar Sungai Tigris dan Eufrat, yang sekarang dikenal sebagai Syria dan Irak, menjadi daerah yang saat ini disebut sebagai Daerah Bulan Sabit Kesuburan atau Fertila Crescent Regions.

Kata Mesopotamia berasal dari bahasa Yunani yang berarti tanah di antara dua sungai. Di daerah yang subur ini, pada zaman itu jumlah kaum nomaden berkurang dan orang-orang mulai membangun tempat tinggal menetap dan terpusat. Dari sinilah berdiri kota-kota pertama. Sekitar tahun 6.000 SM, Daerah Bulan Sabit Kesuburan juga menjadi pusat peradaban atau Cradile of Civilization.  Di kota-kota ini masyarakat membentuk sistem pemerintahan untuk mengatur kehidupannya. Di Indonesia, bantaran Sungai Bengawan Solo menjadi saksi peradaban kuno ini. Sekitar tahun 10.000 SM, telah terbentuk koloni-koloni di daerah Ngandong dan Trinil, Ngawi, Jawa Timur sekarang.

C. MANUSIA MENGENAL TULISAN

Tulisan pertama tidak berupa tulisan seperti pada zaman sekarang. Yang dikenal sebagai tulisan adalah simbol-simbol tertentu yang bisa ditangkap sebagai kode bahasa. Kemampuan manusia untuk menggambar atau menuliskan simbol-simbol yang bermakna adalah kelebihan yang dimiliki oleh manusia yang menjadikan manusia lebih unggul dari makhluk hidup yang lain. Manusia membuat gambar dan simbol di bebatuan sejak tahun 35.000 SM, dan sejak saat itu kebiasaan ini telah menjadi bagian hidup terpenting, dari kehidupan manusia.

Namun, baru pada tahun 3.500 SM, lebih dari 320 abad kemudian, manusia menemukan ide untuk mengembangkan gambar dan simbol sederhana yang mudah dipahami. Simbol yang kemudian disebut huruf tersebut melambangkan bunyi yang digunakan dalam berkomunikasi atau berbicara. Huruf-huruf tersebut dikombinasikan dalam berbagi cara untuk membentuk sesuatu yang disebut dengan kalimat. Sistem itu disebut abjad fonetik.

Hierogliphics Mesir.

D. ABJAD KUNEIFORMIS

Abjad fonetik pertama yang diketahui adalah abjad kuneiformis yang dikembangkan oleh bangsa Sumeria kuno. Penggunaan abjad ini disebarluaskan di seluruh daerah Mesopotamia dan mengawali munculnya hierogliphics di Mesir.

Dari abjad kuneiformis itu kemudian berkembang abjad Ibrani dan Arab. Abjad ini merupakan awal dari abjad Yunani, yang kemudian mengawali abjad Romawi yang kini digunakan dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan kebanyakan bahasa Barat lainnya. Abjad Cyrillic yang digunakan di Russia dan negara-negara Eropa Timur lainya juga berkembang dari abjad Yunani Kuno. Abjad Cina lahir beberapa waktu setelah abjad-abjad Timur Tengah itu, dan kemudian digunakan sebagai basis abjad Asia lainnya, seperti Jepang dan Korea. Di tanah Jawa berkembang pula Aksara Daun yang kemudian berkembang menjadi Aksara Jawa – Huruf Hanacaraka.

E. TERJADINYA KEBANGKITAN FIR’AUN MESIR

Struktur dan ilustrasi kehidupan masyarakat Mesir kuno.

Fir’aun adalah gelar raja-raja Mesir Kuno. Para fir’aun itu mendirikan kota-kota. Kota-kota ini sudah mandiri dalam memerintah dirinya sendiri. Pengaruh mereka diperluas hingga ke lahan-lahan pertanian sekitar yang dimiliki atau diolah oleh warga dari negara-kota tersebut, dan desa-desa kecil yang letaknya berdekatan dengan kota itu. Peraturan monarki biasanya hanya sebatas pandangan yang bisa dilihat dari atas bukit.

Tetapi peraturan ini berubah sekitar tahun 3300 SM saat daerah-daerah di sekeliling Sungai Nil membentuk dua kerajaan yaitu Mesir Atas dan Mesir Bawah, Pada 3100 SM, seorang raja Mesir, yang bergelar Fir’aun, yaitu Fir’aun Menes menyatukan kedua Mesir itu menjadi satu yang kemudian membentuk kekaisaran pertama di dunia. Di bawah pemerintahan para fir’aun, yang berlangsung selama 2500 tahun, kerajaan Mesir menjadi suatu bentuk kebudayaan yang belum pernah ada sebelumnya.

Kota-kota tak lagi mandiri dalam pemerintahan. Mereka menjadi saling bergantung. Di pusat masyarakat ini, para fir’aun mengembangkan kekuasaan dan kemakmuran yang besar tidak di bidang politik maupun religi (keagamaan). Fir’aun menjadi lebih dari sekedar raja. Beliau juga dianggap sebagai Dewa. Kota-kota besar dan bangunan-bangunan besar mulai dibangun.

F. PEMBANGUNAN PIRAMIDA

Fir’aun Ramses II.



Pyramida Besat Giza.

Antara 3800 SM hingga 2500 SM, lebih dari 3 piramida raksasa dibangun sebagai makam para fir’aun. Piramida yang terbesar dibangun pada saat pemerintahan Fir’aun Cheops (2700-2675 SM). Piramida ini mempunyai tinggi hamper sama dengan gedung tingkat berlantai 45.

Piramida dan bangunan-bangunan besar lain yang dibangun bangsa Mesir menjadi bukti dari kebudayaan paling maju di zamannya. Pemusatan kekaisaraan memungkinkan perkembangan seni dan ilmu pengetahuan jauh di atas tingkatan yang sebelumnya belum diketahui masyarakat manapun di belahan bumi lain. Bangsa Mesir memang telah membuka mata sejarah kita.

G. RAJA HAMMURABI DAN PRASASTI HAMMURABI

Raja Hammurabi.



Prasasti Hammurabi.

Pada saat orang-orang membentuk suatu masyarakat, muncul kebutuhan akan suatu peraturan untuk mengatur perilaku individu demi kebaikan bersama. Dalam kebudayaan lama, aturan-aturan itu sedikit jumlahnya dan hanya meliputi pelanggaran-pelanggaran hokum yang jelas sifatnya, seperti pelanggaran hak-hak pribadi dan property. Ketika negara-kota Mesopotamia dan kekaisaran Mesir terbentuk, peraturan menjadi lebih kompleks. Tetapi peraturan-peraturan itu biasanya dibuat oleh para raja dan berlaku sebagai pengatur kehidupan masyarakat demi terjaminnya perdamaian dan kelangsungan hidup kerajaan tersebut.

Pada saat pemerintahan Hammurabi (1792-1750 SM), raja Babylonia, mengeluarkan hokum tertulis pertama. Sebagai seorang raja yang sangat mashyur dan sangat disegani, Hammurabi dikenal sebagai raja yang menegakkan “kebenaran dan keadilan di wilayah tersebut.” Prasasti Hammurabi ditemukan dii antara reruntuhan kota Babylonia kuno tahun 1901 oleh seorang arkeolog Perancis. Prasasti Hammurabi dipahat dengan huruf-huruf kuneiformis pada sebuah tugu batu berukuran raksasa. Terdapat 282 hukum yang tertulis dalam prasasti itu, termasuk 35 di antaranya yang rusak dan hilang.

Prasasti tersebut menyatakan dengan terperinci kejahatan-kejahatan beserta hukumannya masing-masing. Misalnya, seseorang yang gagal memperbaiki bendungan diharuskan membantu tetangganya yang terkena musibah kebanjiran; seorang biarawati akan dibakar-bakar hidup-hidup bila diketahui memasuki penginapan tanpa izin; seorang janda berhak mendapatkan warisan sejumlah yang diterima anak lelakinya; dan seorang dokter bedah akan kehilangan sebelah tangannya bila pasiennya meninggal saat dalam penanganannya. Di samping itu, prasasti tersebut juga menyebutkan bahwa seseorang yang mempunyai hutang dapat menghapuskan hutangnya setelah tiga tahun apabila beliau menyerahkan istri atau anaknya kepada sang pemilik modal.

Prasasti Hammurabi lebih dari sekedar hokum tertulis. Karena sang raja adalah juga pendeta tertinggi, prasasti itu juga mengatur kehidupan beragama bagi masyarakat Babylonia. Prasasti Hammurabi menjadi salah satu tonggak sejarah dunia karena hokum diterbitkan dan disebarluaskan untuk pertama kalinya agar dapat diketahui masyarakat umum. Prasasti Hammurabi bukan sekedar titah raja belaka. Prasasti tersebut menjadi awal dari system hokum yang menjadi dasar kehidupan masyarakat modern saat ini.

H. KETIKA NABI MUSA MENERIMA WAHYU PERTAMA KALI

Agama-agama kuno seperti yang ada di Mesopotamia, Mesir, India, Jawa, Yunani ataupun Roma adalah politheistik, di mana para penganut agama-agama itu percaya akan banyak dewa-dewi, seperti Dewa Matahari, Dewi Bulan, dan lain-lain. Tetapi, di antara agama-agama itu ada satu agama yang monotheistic yang percaya hanya ada satu Tuhan yang mereka sebut dengan Jenhovah. Para penganut agama ini adalah bangsa Ibrani, yang terdiri dari 12 suku di Israel. Agama mereka disebut Yudaisme (Yahudi). Awalnya, monotheisme merupakan suatu aliran kepercayaan minoritas, namun saat ini telah menjadi sebuah doktrin sentral lebih dari separuh agama yang ada di dunia. Kata-kata yang digunakan dalam transkrip-transkrip Yahudi, khususnya dalam Torah (Taurat), pada prinsipnya sama dengan dokumen Perjanjian Lama dalam agama Kristen.

Peristiwa penting dalam sejarah bangsa Yahudi yang mempunyai pengaruh besar pada doktrin Yahudi dan Kristen terjadi saat Nabi Musa A.S. (1300-1280 SM) menerima wahyu Sepuluh Perintah Tuhan di Gunung Sinai.

Bangsa Ibrani ditaklukkan oleh bangsa Mesir dan mereka dibawa ke Mesir sebagai budak. Saat itu dikeluarkan surat perintah dari Fir’aun Ramses II untuk membunuh semua bayi laki-laki Ibrani. Saat itu Musa selamat karena ibunya menaruh dalam keranjang dan menghanyutkannya di Sungai Nil. Beliau kemudian ditemukan oleh anak perempuan Fir’aun dan beliau dirawat di istana. Ketika sudah besar meski berat hati beliau diperjuangkan emansipasi kaumnya dan disahkan oleh Fir’aun.

Musa memimpin bangsa Ibrani keluar Mesir. Sekitar tahun 1250 SM, menurut catatan Injil, Tuhan menampakkan diri di hadapan Musa di dataran tinggi Gunung Sinai. Tuhan memberi Musa dua lempeng batu yang bertuliskan seperangkat hokum yang dikenal dengan nama Sepuluh Perintah Tuhan. Sepuluh Perintah Tuhan itu kemudian disebarluaskan oleh Musa dan menjadi dasar hokum moral Yudaisme (orang-orang Yahudi). Wahyu itu menjadi dasar kepercayaan bagi lebih dari 1,3 miliar penduduk dunia saat ini.

I. ISI DARI SEPULUH PERINTAH TUHAN

1. Aku adalah Rajamu, Tuhanmu, yang mengeluarkanmu dari tanah Mesir, tempat perbudakan itu. Kau sebaiknya tak mengakui Tuhan-Tuhan lain selain Diriku.
2. Jangan memahat berhala untuk dirimu sendiri dalam bentuk apapun baik di langit maupun di bumi, di bawah maupun di atas samudera . Jangan menundukkan kepalamu di hadapannya atau menyembahnya.
3. Jangan mengabaikan Rajamu, Tuhanmu, dengan percuma.
4. Jagalah kesucian hari Sabat (Sabtu). Bekerja keraslah selama enam hari dalam seminggu, tapi hari ketujuh adalah Sabat hari Rajamu, Tuhanmu, dan taka da pekerjaan yang boleh kau kerjakan. Dalam enam hari Tuhanmu telah menciptakan surge dan bumi ini untukmu, laut dan semua isinya, tapi pada hari ketujuh ia beristirahat. Itulah mengapa Tuhan memberkati hari Sabat dan menyucikannya.
5. Hormatilah ayah dan ibumu, yang karenanya kau dapat berumur panjang dan hidup di tanah yang telah diberikan Tuhanmu, Rajamu.
6. Jangan membunuh sesamamu.
7. Jangan berzina.
8. Jangan mencuri.
9. Jangan memberikan kesaksian palsu terhadap tetanggamu.
10. Jangan menginginkan rumah tetanggamu. Dilarang mengganggu istrinya, atau apapun yang menjadi miliknya.

J. KISAH PERJALANAN KAUM FUNISIA (PHOENICIAN)


Ilustrasi kapal yang digunakan oleh bangsa Funisia (Phoenician).

Peta daerah persebaran dan penjelajahan masyarakat Funisia, dan daerah yang menjadi koloninya.


Bangsa Mesir berinteraksi dengan bangsa Nubia di sebelah selatan dan barat, dan bangsa Mesopotamia di sebelah timurnya. Sementara bangsa Mesopotamia juga berinteraksi dengan bangsa Persia dan kebudayaan lain di sebelah utara dan timurnya. Kaum Funisia (Phoenician) adalah sekelompok orang yang berdiam di sebuah wilayah di pantai timur Laut Tengah yang kini dikenal dengan nama Libanon. Hidup menghadap laut dengan punggung membelakangi pegunungan, kaum Funisia menjadi bangsa pelaut.

Mereka menjadi kekuatan perdagangan maritime pertama di dunia dan satu-satunya pada abad itu. Mereka juga menjadi yang pertama di Timur Tengah kuno yang berinteraksi dengan bangsa-bangsa Eropa. Perjalanan mereka menjadi suatu titik balik dalam sejarah dunia. Sebelum bangsa Funisia, tak ada yang memperluas hubungan dagang dengan bangsa lain.

Armada Funisia singgah di hamper semua pelabuhan Mediteranian. Armada itu berlayar melewati Selat Gibraltar sampai ke Samudra Atlantik dan mengunjungi pelabuhan-pelabuhan di Eropa Utara dan sepanjang pantai Afrika. Bahkan dikatakan mereka juga mengkolonisasikan tanah dari Cyprus sampai Corsica di Spanyol. Pada tahun 810 SM mereka mendirikan Carthage yang kini dikenal sebagai Tunisia yang telah menjadi salah satu negara-kota (city-state) paling berpengaruh di dataran Mediteranian.

Kaum Funisia juga mengembangkan seni membuat gelas. Mereka menjadi orang-orang pertama yang membuat peralatan dari kaca transparan dan translusen dalam jumlah besar, dan hal ini menjadi elemen penting dalam perdagangan mereka.

K. BERDIRINYA KOTA ROMA

Sebenarnya ini lambang Romawi ketika di zaman republik, bukan di zaman kekaisaran. Lambang kekaisaran Romawi adalah burung elang yang sama tanpa simbol SPQR.

Kekaisaran Romawi dapat menjadi bukti keberadaban politik dalam sejarah dunia sebelum abad ke-19 Masehi. Wilayah Kekaisaran Romawi meliputi seluruh Eropa Barat, Turki, dan seluruh Afrika Utara. Bahkan, setiap pantai di mana ada luapan air dari Laut Tengah (Mediteranian) termasuk ke dalam daerah kekuasaan Romawi.

Kebudayaan Romawi sangat memengaruhi kebudayaan Eropa dan Amerika yang masih dapat dirasakan hingga saat ini. Sebelum kekaisaran Romawi terbentuk, terlebih dahulu lahir Roma, sebuah kota kecil di sisi barat semenanjung Italia. Disebutkan dalam bukti-bukti arkeologis bahwa Roma berdiri pada 753 SM.

Tersebutlah, dua bersaudara, Amulius dan adiknya Askanius, dari kerajaan Lavinikum. Amulius membunuh adiknya beserta keluarganya dan mengangkat dirinya sebagai penguasa kerajaan. Tetapi anak perempuan Askanius yang selamat dari pembunuhan tersebut, Rhea Silvia, melahirkan sepasang anak kembar laki-laki. Amulius memerintahkan untuk memenjarakan Rhea dan membuang kedua anaknya di Sungai Tiber. Ternyata, kedua bayi itu selamat. Suatu hari seorang penggembala menemukan kedua anak itu dan merawat mereka. Beliau dan istrinya memberi nama kedua anak itu Romulus dan Remus, dan membesarkan keduanya hingga dewasa. Pada sekitar tahun 753 SM, kakak beradik itu menemukan sebuah kota baru di Lembah Palatina, yang kini berlokasi di Roma modern. Namun kemudian keduanya berselisih dan pada akhirnya Romulus membunuh saudara kembarnya, Remus.

Kota tersebut berkembang pesat dan Romulus mengambil suatu kebijakan untuk membangun sebuah kekaisaran yang melibatkan penyatuan daerah-daerah yang berdekatan dengan cara pemaksaan ataupun penaklukkan. Inilah awal dari kekaisaran kuno yang berlangsung sangat lama. Roma memukau sejarah dunia sepanjang ribuan tahun.

Sekian postingan dari saya. The Golden History, itu sendiri sebenarnya hanyalah kumpulan sejarah singkat, namun berisi padat, dikemas sedemikian rupa, sehingga pembaca dapat memahami unsur-unsur sejarah. Sejarah yang luas, masih dapat anda dapatkan di sumber-sumber lainnya. Terima kasih.. :-)

Referensi Sumber == > Buku “The Golden History”, Keajaiban Sejarah Bangsa-Bangsa yang Menggemparkan Dunia, oleh Nurul Awaluddin, terbitan elmatera-publishing
Powered by Blogger.