hwwIUKoDtacl9LXDEAIdxBVXLF8 POSISI INDONESIA DALAM JARINGAN PERDAGANGAN DAN PELAYARAN ASIA-EROPA SAMPAI ABAD KE-18 MASEHI ~ Indonesian Persons

Thursday, 13 December 2012

POSISI INDONESIA DALAM JARINGAN PERDAGANGAN DAN PELAYARAN ASIA-EROPA SAMPAI ABAD KE-18 MASEHI

Oleh : SS-Hauptsturmführer Ajisaka Lingga Bagaskara




Kawasan Nusantara memiliki posisi tersendiri dalam percaturan perdagangan dan pelayaran kuno antara Asia-Eropa. Posisi yang strategis dalam lalu lintas perdagangan internasional itu telah menyebabkan kawasan Nusantara menjadi incaran dan ajang perebutan bangsa-bangsa Barat, seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Berganti-gantinya bangsa Barat yang bercokol di Nusantara bukannya membuat kesejahteraan dan ketenteraman, melainkan rakyat malah menjadi korban penghisapan oleh kolonialis-imperialis dan sumber daya alam terus mengalir ke dunia Barat.


A. PERANAN INDONESIA DALAM PERDAGANGAN DAN PELAYARAN ANTARA ASIA-EROPA



Peta letak posisi silang Nusantara.

Secara geografis wilayah Nusantara berada pada posisi silang di antara dua benua dan dua samudera. Wilayah Nusantara diapit oleh Benua Asia dan Benua Australia, juga diapit oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Kondisi geografis tersebut bernilai strategis dan terbuka. Strategis bermakna letaknya baik dan menguntungkan, sedangkan terbuka berarti Nusantara terbuka oleh jalur hubungan antarpulau dan antarnegara.

Dengan memiliki letak posisi silang, kawasan Nusantara menerima dampak positif dan negative akibat timbulnya hubungan antarnegara yang melewati wilayah ini. Dampak positif dari posisi silang, yakni Nusantara dapat berperan menjadi jembatan lalu lintas perdagangan dan pelayaran internasional. Nusantara pun bias menjadi tempat persinggahan sementara bagi kapal-kapal yang melewatinya. Adapun dampak negatf dari posisi silang, yaitu mudah mendatangkan bahaya dan ancaman dari luar terhadap Nusantara. Selain itu, mudah masuknya budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian masyarakat Nusantara.

Sejak abad ke-7 kawasan Nusantara telah berhasil memainkan peran sebagai salah satu pusat perdagangan dan pintu gerbang lalu lintas perdagangan internasional, antara India-Cina di Asia atau di antara mata rantai hubungan Asia-Eropa. Di Nusantara muncul beberapa pusat perdagangan penting setelah sebelumnya mampu tampil sebagai pemasok barang komoditas bagi bangsa-bangsa asing, terutama rempah-rempah. Aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional di Nusantara dapat berjalan dengan baik sebab negeri-negeri pemilik pusat perdagangan di Nusantara dapat mengamankan wilayah perairannya sehingga memberi jaminan keamanan kepada setiap bangsa. Selain itu, penduduk Nusantara termasuk bangsa yang memiliki kepandaian dan keberanian mengarungi samudera luas. Semua itu menyebabkan posisi Nusantara menjadi teramat penting dalam percaturan perdagangan dan pelayaran antara Asia-Eropa.


B. PETA JALUR PERDAGANGAN DAN PELAYARAN YANG DILAKUKAN BANGSA PORTUGIS, SPANYOL, INGGRIS, DAN BELANDA KE INDONESIA


Lukisan terjadinya Perang Salib.

Timbulnya aktivitas pelayaran dan perdagangan yang dilakukan bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda tidak lepas dari peristiwa yang terjadi sebelumnya, yaitu Perang Salib (1096-1291) dan jatuhnya Kota Konstantinopel ke bangsa Turki Usmani pada tahun 1453 M. Perang Salib adalah peperangan antara Negara-negara Eropa yang mayoritas beragama Katholik dengan bangsa Turki Seljuk yang berlangsung hamper 200 tahun dalam tujuh gelombang. Perang tersebut tidak berlangsung terus menerus, melainkan ada masa damai. Akhir dari Perang Salib memang menyakitkan bagi bangsa-bangsa Eropa karena kekalahannya. Mereka telah cukup banyak kehilangan korban. Kendati demikian, ternyata ada hal-hal positif yang diperoleh dari peristiwa tersebut. Orang-orang Eropaa menjadi bertambah ilmu pengetahuannya semenjak berhubungan dengan bangsa-bangsa Arab. Mereka banyak mempelajari buku-buku yang berbahasa Arab dan kemudian menerjemahkan ke dalam bahasanya. Seusai perang, mereka banyak mendirikan universitas dan industry kerajinan yang melahirkaan kemajuan baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan perekonomian. Akibat negatif dari perang itu, beberapa bangsa Eropa mengobarkan semangat Reconquista (yaitu semangat balas dendam terhadap Orang Muslim) untuk menaklukkan negeri-negeri Islam di mana pun, hal ini terutama dilakukan oleh bangsa Portugis dan Spanyol.

Pada tahun 1453 M Kota Konstantinopel yang menjadi pusat kegiatan perdagangan di Laut Tengah, jatuh ke tangan bangsa Turki Usmani. Jatuhnya Kota Konstantinopel menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa Eropa, terutama dalam bidang perdagangan. Semula kebutuhan barang-barang dagang yang berasal dari Asia banyak dipasok melalui Konstantinopel. Namun, sejak jatuhnya kota tersebut, bangsa Turki mempersulit masuknya orang-orang Eropa dengan cara mengeluarkan peraturan-peraturan perdagangan. Hal ini berakibat hubungan perdagangan di antara bangsa-bangsa Eropa dan Asia Barat, khususnya dengan Turki, mengalami pemutusan. Selain itu, bangsa-bangsa Eropa tertantang untuk mengadakan penjelajahan samudera dalam upaya mencari daerah penghasil barang-barang yang dibutuhkannyaa, terutama rempah-rempah.

Bangsa Eropa yang mempelopori penjelajahan samudera, yaitu Portugis dan Spanyol. Di antara bangsa-bangsa lain, kedua bangsa ini menghadapi kesulitan ekonomi paling parah sejak jatuhnya Kota Konstantinopel. Akhirnya, Portugis dan Spanyol memutuskan untuk mencari jalan menuju daerah produsen barang-barang. Ada beberapa factor yang mendorong terjadinya penjelajahan samudera.
11.  Ajaran Copernicus yang menyatakan bahwa bumi itu bulat.
22.  Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia timur yang diceritakan dalam buku Imago Mundi (Anggapan tentang Dunia).
33.  Timbulnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti penemuan kompas, navigasi, mesiu, dan peralatan kapal yang mempermudah pelayaran.
44.  Terdorong mewujudkan semangat 3G, yaitu gold, gospel, dan glory (mencari kekayaan, menyebarkan agama Katholik, dan memperoleh kejayaan).

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Persona

Nicolas Copernicus (1473-1543)

Copernicus adalah putra seorang pedagang kaya. Ketika berusia 10 tahun, ayahnya meninggal dunia dan dia diasuh oleh pamannya. Copernicus banyak belajar astronomi setelah sebelumnya ia belajar agama.

Pada saat itu setiap orang percaya bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Namun, Copernicus sadar bahwa gambaran ini sangatlah tidak cocok dengan penelitian astronomis. Copernicus membuktikan bahwa matahari adalah pusat dan semua planet bergerak di sekitarnya.

Copernicus menulis teorinya dalam sebuah buku masyhur. De Revolutionibus, yang diterbitkan beberapa minggu sebelum ia meninggal. Pada tahun 1616 buku ini dinyatakan sebagai sumber ide iblis dan dimasukkan ke dalam Indeks, sebuah daftar buku yang tidak boleh dibaca oleh umat Katholik. Pada tahun 1835 buku Copernicus dikeluarkan dari Indeks.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Hasrat Portugis dan Spanyol untuk mencari jalan ke dunia timur sangatlah besar. Upaya yang nyata adalah dengan mendirikan lembaga pendidikan pelayaran. Putera Raja Portugis, Henrique el Navegador (Henry the Navigator) adalah tokoh yang berupaya memajukan dunia pelayaran di negerinya. Ia banyak menyumbang dana bagi perkembangan pendidikan di lembaga tersebut.

Beberapa pelaut bangsa Portugis yang memelopori penjelajahan samudera adalah sebagai berikut.
11.  Bartholomeus Diaz (1450-1500 M)
Bartholomeus Diaz dianggap sebagai pelopor penjelajahan samudera bangsa Portugis. Pada pertengahan abad ke-15 M pelaut-pelaut Portugis sudah lama mencoba menyusuri pantai barat Afrika. Bartholomeus Diaz dapat mencapai ujung selatan Benua Afrika pada tahun 1486. Daerah yang ditemukan itu kemudian disebut Tanjung Topan. Hal ini dikarenakan sewaktu ia berupaya mencapai tempat tersebut, angin topan sempat menerjang kapalnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, Tanjung Topan diubah namanya menjadi Tanjung Harapan. ke dunia timur. Namun, ternyata tanjung tersebut malah membuka harapan untuk melanjutkan perjalanan berikutnya.


22. Vasco da Gama (1469-1524)

Ekspedisi Vasco Da Gama dimulai tahun 1497.Beliau bertolak dari Lisabon menempuh rute berputar kea rah barat daya menuju Brazil. Dari sini ia melanjutkan perjalanan ke arah timur menuju Afrika Selatan. Dari tempat tersebut perjalanan dilanjutkan ke arah timur laut hingga mencapai Calcutta (India) pada tahun 1498. Calcutta merupakan kota dagang yang sangat ramai di India. Calcutta menjadi gudang barang-barang yang diperlukan bangsa-bangsa Eropa, seperti kayu manis, cengkih, pala, lada, sutera, kemenyan, dan porselen.

Selain Calcutta, ekspedisi Vasco Da Gama juga berhasil mendirikan kantor dagang di Goa. Kota ini kemudian menjadi kota koloni Portugis pertama di India. Hal menarik dari ekspedisi Vasco Da Gama, yaitu dipancangkan batu padrao pada setiap daerah yang ditemuinya. Batu Padrao ialah batu bertulis dengan lambing bola dunia.Maknanya, setiap tempat yang dipasangi batu telah dianggap sebagai daerah koloni Portugis.

33.  Alfonso d’Albuquerque (1453-1515)

Alfonso d’Albuquerque merupakan tokoh yang sangat berperan dalam merebut kota Malaka pada tahun 1511. Penguasaan Malaka sangat penting artinya bagi Portugis. Hal ini didasari alas an bahwa dengan merebut Malaka, Portugis secara leluasa akan dapat memantau segenap langkah lalu lintas perniagaan yang ramai di Selat Malaka. Selain itu, dengan kekuasaan atas Malaka, Portugis memperoleh kemudahan untuk mengatur kegiatan perdagangan Malaka dengan Cina, India, Arab, dan pedagang-pedagang Nusantara.


Pelaut-pelaut Spanyol yang melaksanakan penjelajahan samudera, antara lain adalah sebagai berikut.
11.  Christophorus Columbus (1451-1506)

Dengan tiga buah kapal yang bernama Santa Maria, Pinta, dan Nina yang diberikan oleh Ratu Isabella, Christophorus Columbus berhasil mencapai San Salvador di Kepulauan Bahama (Perairan Kuba) pada tahun 1492. Kendati tidak mencapai daratan Benua Amerika, Columbus dianggap sebagai penemu benua tersebut. Hal ini didasari atas alasan bahwa Columbus telah merintis rute perjalanan ke benua baru yang sangat berguna bagi para penjelajah samudera berikutnya.

Benua baru yang ditemukan Columbus diberi nama Amerika. Nama ini diambil sebagai penghormatan bagi seorang pelaut Italia yang ikut dalam pelayarannya, yang mana ia meninggal dunia saat ditengah-tengah perjalanan, yaitu Amerigo Vespucci. Columbus sangat tertarik dan menghargai Amerigo yang melalui tulisannya telah dapat mengungkapkan keadaan pantai timur Laut Karibia.

22.  Ferdinand Magelhaens (1480-1521)

Ferdinand Magelhaens banyak belajar dari pengalaman perjalanan Christophorus Columbus. Dengan tekun ia mempelajari dan berusaha mengulang petualangan pendahulunya. Pada tanggal 10 gustus 1519 dimulailah ekspedisi Portugis kedua di bawah pimpinannya dengan ditemani oleh Kapten Juan Sebastian del Cano dan seorang sastrawan Italia, Pigafetta.

Rombongan Ferdinand Magelhaens dianggap sebagai ekspedisi yang pertama kali mengelilingi dunia. Dua lautan luas diarunginya, yakni Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Dengan penuh kesabaran mereka menembus dan menyeberangi samudera yang luas. Penderitaan tiada terperikan. Berbagai penyakit menimpa awak kapal, makanan semakin berkurang, dan beberapa bagian badan kapal mengalami kerusakan. Namun, semua itu tidak mengurangi semangat ekspedisi Magelhaens untuk mengitari dunia.

Dalam perjalanan panjang tersebut, pada tahun 1521 ekspedisi Magelhaens mendarat di Kepulauan Massava, Filipina. Akan tetapi, kedatangan rombongan tersebut tidak disukai oleh suku Macran sehingga timbul peperangan di antara kedua belah pihak. Dalam pertikaian ini Magelhaens gugur.

Perjalanan kemudian dilanjutkan di bawah pimpinan Juan Sebastian del Cano. Mereka tiba kembali di Spanyol tahun 1522. Ekspedisi yang kemudian dikenal dengan sebutan Magellan del Cano telah membuktikan bahwa dunia bulat. Raja Spanyol sangat senang atas keberhasilan ekspedisi tersebut sehingga beliau menghadiahi sebuah bola dunia tiruan yang berlilitkan ikat pinggang dengan tulisan “Engkaulah yang pertama mengitari diriku”.

Peta ekspedisi pelaut Portugis dan Spanyol.

Portugis berhasil menduduki Malaka sejak tahun 1511, tetapi Portugis berkeinginan pula untuk menguasai Kesultanan Ternate yang kaya akan rempah-rempah. Portugis melanjutkan ekspedisinya ke Ternate melalui Laut Cina Selatan. Orang-orang Portugis yang tiba di Ternate pada tahun 1512 segera menjalin kerja sama dengan pihak kerajaan. Namun, pada saat yang sama terbetik kabar bahwa Spanyol telah bersekutu dengan Tidore. Akhirnya, timbullah peperangan antara kedua bangsa tersebut. Portugis dan Spanyol sama-sama menuding telah melanggar Perjanjian Tordesillas. Kedua bangsa tersebut belum menyadari bahwa dunia itu sesungguhnya bulat.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
LACAK

Perjanjian Todersillas (1494) merupakan kesepakatan di antara Spanyol dan Portugis mengenai pembagian dunia ke dalam dua wilayah kekuasaan  menurut Garis Todersillas yang disetujui oleh Paus Julius II. Garis Todersillas membentang dari Kutub Utara ke Kutub Selatan melalui Kepulauan Verde di sebelah barat Benua Afrika. Atas dasar perjanjian Todersillas, Spanyol diberi hak untuk melayari dan menguasai negeri-negeri di sebelah barat, sedangkan Portugis dapat menguasai negeri-negeri di sebelah timur.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Setelah terbetik berita tentang perseturuan itu, Paus segera turun tangan menengahi pertikaian. Pada tahun 1528 dicapailah kesepakatan antara keduanya di Kota Zaragoza (Spanyol). Perjanjian Zaragoza membagi dunia ke dalam dua wilayah kekuasaan. Daerah di sebelah utara garis Zaragoza adalah milik Spanyol dan daerah di sebelah selatan dinyatakan sebagai daerah milik Portugis. Dengan adanya kesepakatan tersebut, Spanyol tidak berhak menguasai Tidore dan harus segera kembali ke Filipina. Sebaliknya, Portugis dengan leluasa dapat menguasai wilayah Maluku yang kaya akan rempah-rempah.

Usaha bangsa Eropa untuk menjelajahi wilayah lain ternyata tidak terbatas pada bangsa Portugis dan Spanyol. Bangsa Belanda pun kemudian sangat aktif untuk mencari daerah-daerah yang subur demi kepentingan ekonomi negerinya. Namun, alas an ekonomi ini kemudian diperkuat dengan alas an politik sehingga wilayah-wilayah yang subur dapat dikuasai sepenuhnya.

Pada tahun 1568-1648 meletuslah perang kemerdekaan antara Belanda dan Spanyol yang terkenal dengan sebutan Perang 80 Tahun. Perang kemerdekaan ini timbul karena bangsa Belanda tidak mau tunduk kepada Spanyol. Sebelum dan selama perang berlangsung, Belanda mempunyai peranan yang amat besar dalam pendistribusian barang-barang di kawasan Eropa. Kapal-kapal dagang Belanda banyak memuat barang-barang yang diperolehnya di Lisabon (Portugal). Kota ini pada masa itu memang merupakan pusat perdagangan di Eropa Barat dan banyak terdapat rempah-rempah yang dibawa Portugis dari Asia. Kegiatan perdagangan melalui Lisabon amat menguntungkan Belanda.

 Menyaksikan kemajuan Belanda, Raja Phulip II berusaha menyatukan Portugal dan Spanyol. Tindakan Raja Spanyol tersebut kemudian diikuti dengan menutup pelabuhan Lisabon bagi Belanda. Tujuannya tidak lain adalah untuk menekan dan menghancurkan kekuatan ekonomi Belanda sehingga Belanda tidak dapat membiayai dan melanjutkan perangnya. Namun, penutupan justru telah mendorong bangsa Belanda mencari jalan sendiri ke wilayah Nusantara. Belanda mengetahui bahwa produsen rempah-rempah adalah daerah di Nusantara. Belanda juga mengetahui letak Nusantara karena banyak pelautnya yang bekerja untuk bangsa Portugis di Asia. Cornelis de Houtman pernah menjadi mualim kapal Portugis. Demikian pula dengan Jan Huyghen van Linschoten yang pernah bekerja untuk Portugis di Asia selama 14 tahun.

Cornelis de Houtman orang yang melopori penjelajahan ke Nusantara, yang nantinya akan berlanjut menjadi penjajahan.

Dengan berpedoman kepada buku Itinerario (garis perjalanan) karya Jan Huygen van Linschoten dimulailah ekspedisi Belanda menuju wilayah Nusantara di bawah kepemimpinan Cornelis de Houtman. Pada tahun 1596 mereka mendarat di pelabuhan Banten. Rombongan pertama Belanda tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Cornelis de Houtman dan anak buahnya diusir penduduk pesisir Banten sebab mereka bersikap kasar dan sombong. Ekspedisi pertama pulang dengan tanga hampa. Meskipun gagal mereka telah membuka jalan bagi ekspedisi berikutnya.

Inggris ternyata tidak tinggal diam. Inggris mengikuti jejak penjelajahan samudera semenjak berhasil mewujudkan suatu Revolusi Industri di negaranya pada abad ke-18 M. Revolusi Industri di Inggris membawa kemajuan dan peningkatan kesejahteraan hidup bagi warganya, terutama Kaum Kapitalis (para pemilik modal). Akan tetapi, Revolusi Industri pun memunculkan beberapa permasalahan ekonomi, yakni kurangnya bahan mentah industry dan melimpah ruahnya hasil industry. Dalam mengatasi hal ini, Kaum Kapitalis berusaha mempengaruhi pemerintah Inggris untuk memperluas jaringan perdagangan ke luar negeri. Pemerintah kemudian memutuskan untuk menguasai daerah-daerah di negeri lain sebagai kawasan jajahannya sehingga muncullah Inggris sebagai pelopor berjangkitnya Imperialisme Modern.


XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
LACAK

Adapun ciri-ciri Imperialisme Modern adalah menguasai suatu daerah untuk
1.      Mencari bahan mentah atau bahan baku,
2.      Mencari tempat penanaman modal (investasi), dan
3.      Mencari tempat untuk pemasaran hasil industry.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Sejak Inggris memaklumkan diri sebagai pelopor Imperialisme Modern, jajahan Inggris semakin luas meliputi negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika. Untuk mendukung dan mengawasi wilayah kekuasaan yang begitu luas, Inggris memperkuat armada lautnya. Di samping itu, untuk memperkuat armada ekonomi di luar negeri, Inggris mendirikan East India Trading Company (EIC) pada 31 Desember 1600. EIC beranggotakan para pedagang Inggris yang ingin mengembangkan usaha di daerah-daerah jajahan Inggris.

Pelayaran orang-orang Inggris ke kawasan Nusantara tertinggal disbanding dengan bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda. Hal ini disebabkan Inggris semula memusatkan perhatian ke Benua Amerika. Sebenarnya semenjak tahun 1580 Inggris telah singgah di Ternate di bawah pimpinan E. Drake tatkala melakukan perjalanan keliling dunia. Demikian pula dengan Thomas Cavendish yang pernah berlayar sampai Maluku pada tahun  1586. Pada saat itu Inggris belum berniat untuk mengambil alih keuntungan dari Nusantara. Namun, sejak mendengar Cornelis de Houtman sampai di Banten dan ekspedisi berikutnya banyak mendatangkan keuntungan, maka Inggris tergugah untuk berlayar dan mendirikan kongsi dagang di Nusantara.
 Sir James Lancaster, pendiri pertama EIC (East Indie Trading Company).

Pelayaran pertama Inggris dipimpin oleh Sir James Lancaster dan Sir John Davis. Ekspedisi Inggris ini berhasil mencapai Aceh dan Banten pada tahun 1602. Ekspedisi berikutnya dipimpin oleh Henry Middleton yang dapat berlayar sampai Banten dan Ambon pada tahun 1604. Sampai sejauh itu Inggris belum mampu memonopoli perdagangan di Nusantara sebab kalah bersaing dengan Belanda yang telah tiba lebih awal. Inggris ternyata hanya mampu mendirikan kantor dagang dan benteng pertahanan di Bengkulu pada tahun 1684.

Peta lengkap rute para penjelajahan dari Spanyol, Portugis, Belanda, Perancis dan Inggris. Lihatlah alur perjalanan mereka yang sangat jauh dan melelahkan.

Sources -- > Buku “Kronik” Sejarah, terbitan Yudhistira
Reactions:

3 comments:

  1. this blog have everything i need to do my homework!!! thank you sooooo much <3 (>^w^<)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah, anyway, thanks for your apreciation. Keep visiting it and you shall find more!

      :-)

      Delete
  2. thanks for information ^^
    information in this blog help me to do my homework ^^

    sorry, my english is not good

    ReplyDelete

Powered by Blogger.