hwwIUKoDtacl9LXDEAIdxBVXLF8 Kerajaan Singasari ~ Indonesian Persons

Sunday, 9 September 2012

Kerajaan Singasari

 Candi Kidal.



Candi Jago, tempat di mana Wisnuwardhana dicandikan.



Candi Singasari.



Oleh : Ajisaka Lingga Bagaskara

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M. Para brahmana menobatkan Ken Arok menjadi raja dengan gelar Sri Rajasa Sang Amuewabhumi. Ken Arok merupakan pendiri Dinasti Rajasa atau Girindra yang menurunkan para penguasa di Kerajaan Singasari dan Majapahit.

xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx
Persona

Menurut kitab Pararaton, Ken Arok adalah anak Dewa Brahma yang dititiskan lewat seorang perempuan Desa Pangkur bernama Ken Endok. Pada saat dilahirkan, tubuh Ken Arok bersinar. Dewa Brahma sempat menyampaikan pesan sebelumnya bahwa suatu saat bayi itu akan tumbuh menjadi seorang raja. Tanpa diketahui alasannya, bayi yang baru lahir itu ternyata dibuang oleh ibunya di sebuah kuburan. Namun beruntung, seorang pencuri yang bernama Lembong menemukan dan menjadikannya sebagai anak angkat.

Ken Arok kemudian menjadi anak yang nakal. Ia suka berkelahi dan mencuri, serta mengganggu orang lain. Setelah dewasa, Ken Arok mengembara hingga sampai di sekitar Gunung Kawi. Ia bertualang sebagai pencuri, perampok, pembunuh, dan pengganggu wanita. Kejahatan Ken Arok semakin hari semakin merajalela sehingga ia diburu oleh rakyat dazn pasukan Kediri. Akan tetapi, Ken Arok selalu dapat meloloskan diri. Pada suatu saat ia bertemu dengan seorang brahmana yang bernama Lohgawe. Ken Arok diakui sebagai anak angkatnya. Berkat bimbingan Lohgawe, perilaku Ken Arok lambat laun berubah. Ia menjadi sosok yang cakap, berani, dan dikagumi.

Sebelum menjadi raja, Ken Arok telah memangku jabatan Akuwu (semacam bupati) Tumapel. Kedudukan ini diperoleh setelah ia menyingkirkan Tunggul Ametung, sang akuwu. Semula Ken Arok merupakan hamba setia Tunggul Ametung. Kecerdasan, Kepatuhan, dan Kerajinan dalam bekerja telah mengantarkannya menjadi tangan kanan Akuwu. Akan tetapi, sikap Ken Arok berubah manakala timbul keinginan dalam dirinya untuk memperistri Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Ken Arok akhirnya dapat mewujudkan keinginannya setelah menghabisi Tunggul Ametung dengan perantaraan "tangan" Kebo Ijo. Ken Arok berhasil menduduki jabatan Akuwu Tumapel dan memperistri Ken Dedes.

Rupanya, Ken Arok juga tidak puas dengan hanya menjadi Akuwu Tumapel. Ia berkeinginan menjadi raja yang besar. Kesempatan itu muncul tatkala para brahmana Kediri meminta perlindungan dari kesewenang-wenangan Raja Kertajaya. Pada tahun 1222 M, terjadilah bentrokan antara keduanya yang dimenangkan oleh kubu Ken Arok sehingga Kediri dapat dikuasainya.
xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx

Ken Arok menjadi Raja Singasari selama lima tahun. Riwayatnya tidak panjang karena ia dibunuh oleh seseorang atas perintah Anusapati , putra dari perkawinan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung. Pembunuhan ini dilatarbelakangi perasaan dendam atas kematian ayahnya oleh Ken Arok. Tohjaya, putra dari perkawinan Ken Arok dengan Ken Umang berusaha membalas kematian ayahnya. Pada tahun 1248 M, Anusapati berhasil dibunuh ketika sedang menyabung ayam. Tohjaya naik tahta. Namun, ia hanya berkuasa beberapa bulan sebab terbunuh dalam serangan yang dilancarkan oleh para pengikut Ranggawuni. Ranggawuni (putra Anusapati) kemudian dinobatkan menjadi Raja Singasari dengan gelar Sri Jayawisnuwardhana.

Sejarah Kerajaan Singasari diwarnai oleh peperangan dan saling bunuh-membunuh di antara sesama saudara. Pemicunya adalah keinginan untuk membalas dendam, perebutan kekuasaan, pengkhianatan, dan serangkaian pembunuhan telah menjatuhkan korban seperti Ken Arok (1222-1227 M), Anusapati (1227-1248 M), Tohjaya (1248 M), dan korban-korban lainnya. Menurut kitab Pararaton, peristiwa itu terjadi sebagai buah dari sumpah Mpu Gandring.

Sejak dipimpin oleh Ranggawuni, segenap kerusuhan di Singasari mulai berhasil dipadamkan. Ranggawuni menjalankan pemerintahan didampingi saudara sepupunya, Mahisa Campaka. Mahisa Campaka diberi kedudukan sebagai Ratu Angabhaya (raja yang berkuasa atas daerah tertentu). Kedua orang tersebut memerintah sebagai raja bersama yang melambangkan Dewa Wisnu dan Dewa Indra. Hasil usaha kedua tokoh ini mengantarkan Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaan di bawah pimpinan Kertanegara (1268-1292 M). Kertanegara berusaha memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Singasari melalui cakrawala mandala, yaitu politik penaklukkan kerajaan-kerajaan di luar Jawa. Pada tahun 1275 M, ia mengirim Ekspedisi Pamalayu ke Kerajaan Malayu sehingga kerajaan tersebut menyatakan berada di bawah naungan Singasari. Setelah itu, ekspedisi ke daerah lain segera dilancarkan. Ekspedisi itu dilakukan ke Bali, Pahang (Malaysia), Sunda, Bakulaputra (Kalimantan), dan Gurun (sebelah selatan Bali). Strategi politik ini berhasil membawa Kerajaan SIngasari menjadi kerajaan besar di seluruh Nusantara.

Bersamaan dengan masa pemerintahan Kertanegara, di Cina, berkuasalah Kubilai Khan, raja dari Dinasti Mongolia. Kubilai Khan sangat berambisi untuk menguasai seluruh wilayah Asia Tenggara, termasuk Singsari. Pada tahun 1280 dan 1281 M Kubilai Khan mengirimkan utusan ke Singasari guna meminta Kertanegara mengakui kekuasaan Mongolia. Namun, Kertanegara selalu menolak. Utusan yang terakhir, tiba di Singasari tahun 1289. Oleh karena kesal, utusan Kubilai Khan yang bernama Meng-Chi dikirim kembali setelah dilukai mukanya dan dipotong salah satu telinganya oleh Kertanegara sendiri. Tindakan ini membuat Kubilai Khan sangat marah. Sebagai pembalasan atas penghinaan itu, ia menyiapkan puluhan ribu pasukan untuk menyerang Singasari. Pada akhir tahun 1292 M, dikirimlah pasukan besar tersebut ke Jawa di bawah pimpinan tiga orang panglima besar, yaitu Shihpi, Iheh-mi-shih, dan Kau Hsing.

xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx
Persona

Kubilai Khan
Kubilai Khan lahir di suatu sempat di Asia Tengah pada sekitar tahun 1215 M. Kubilai Khan adalah cucu dari Genghis Khan, penguasa Imperium raksasa di Asia Tengah.

Ketika berusia 18 tahun, Kubilai Khan bertempur di atas kuda dalam peperangan kakeknya yang terakhir. Sewaktu dewasa, ia menaklukkan seluruh Cina dan mendirikan ibukotanya di Khanbalik (kini: Beijing). Dia memasukkan Korea dan Myanmar ke dalam Imperiumnya yang terbentang dari Laut Hitam hingga Laut Cina.

Seperti Gengis Khan, Kubilai Khan terkenal sangat kejam, ambisius dan tamak. Meski begitu, ia adalah pemimpin yang jenius dalam mengatur siasat perang. Tak ada sumbangan abadi bagi peradaban yang ditinggalkan olehnya. Kubilai Khan meninggal pada tahun 1294 M pada usia 79 tahun.
xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx  xxxxxxxxxx


Kerajaan Singasari tidak tinggal diam dalam menghadapi kemungkinan serbuan bansa Mongolia tersebut. Kertanegara berusaha memperkuat pasukannya dengan menambah jumlah pasukannya, terutama di daerah luar dan perbatasan Singasari. Selain itu, ia juga menjalin hubungan persahabatan dengan kerajaan-kerajaan lain di luar guna menambah dukungan kekuatan juga perbekalan pasukan. Persahabatan itu antara lain dilakukan dengan Kerajaan Champa di Vietnam. Namun, di dalam negeri sendiri Kertanegara sedang mendapat rongrongan dari Jayakatwang, seorang keturunan Raja Kertajaya (Raja Kediri) yang ingin membangun kembali negerinya. Dengan memanfaatkan keberadaan sebagian pasukan Singasari yang sedang berada di Malayu, Jayakatwang berusaha menyerang Singasari. Kertanegara yang saat itu sedang melakukan upacara dengan para brahmana, karena tidak memiliki cukup pasukan karena sebagian besar pasukan dikirim dalam menghadang gerak laju pasukan Mongolia, akhirnya terbunuh. Menantunya, Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri ke Madura. Akhirnya, runtuhlah Kerajaan Singasari.

Raja Kertanegara adalah seorang pengikut setia agama Siwa-Bhairawa dan Buddha Tantrayana. Setelah meninggal ia dicandikan di Candi Singasari. Candi Singasari dihiasi dengan tiga buah arca sebagai perwujudan Siwa-Buddha dan juga melambangkan perpaduan kepercayaan rakyat Singasari, yaitu Hindu dan Buddha.

Ketika tentara Mongolia datang ke tanah Jawa pada awal tahun 1293 M, ternyata yang mereka hadapi adalah bukan tentara Singasari. Tentara Mongolia tersebut harus berhadapan dengan tentara Jayakatwang. Raden Wijaya yang mengetahui akan hal itu, segera menjalin hubungan kerja sama dengn pasukan Mongolia untuk menyerang Jayakatwang. Tentara Mongolia yang kemudian diakui kekuasaannya oleh Raden Wijaya menyetujui aksi itu serangan itu. Akibatnya, pasukan Jayakatwang tidak mampu menahan serangan koalisi Raden Wijaya dengan pasukan Mongolia, dan akhirnya Jayakatwang tewas dalam serangan tersebut. Setelah berhasil mengalahkan Jayakatwang, Raden Wijaya segera berbalik melancarkan serangan terhadap pasukan Mongolia yang tengah mabuk kemenangan.

sources ---> Buku "Kronik" Sejarah
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.